Mukadimah

Setiap muslim yang benar keimanannya tentu menginginkan derajat kemuliaan yang tinggi di sisi Allah. Derajat itu tidak mungkin diraih hanya dengan berangan-angan, berpangku tangan, dan bermalas-malasan. Ia diraih dengan iman yang benar dan kesungguhan dalam memperbanyak kebaikan serta amal saleh.

Sebagian amal membutuhkan tenaga, waktu, dan pengorbanan yang besar. Akan tetapi, apabila dilakukan dengan ikhlas hanya mengharapkan balasan Allah, yang berat akan terasa ringan dan yang melelahkan akan mendatangkan kebahagiaan. Allah berfirman:

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Masing-masing orang memperoleh derajat-derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Rabbmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-An‘am: 132)

Ikhwani fiddin, di antara luasnya rahmat Allah kepada umat ini ialah Allah membuka pintu-pintu kebaikan yang mudah dikerjakan, tetapi besar manfaat dan pahalanya. Salah satunya ialah memohonkan ampunan bagi seluruh kaum mukminin dan mukminat. Doa itu hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi mencakup saudara-saudara kita yang tidak terhitung banyaknya.

Satu Doa yang Mencakup Jutaan Kaum Beriman

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً

Barang siapa memohonkan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah mencatat baginya satu kebaikan untuk setiap mukmin dan mukminah. (HR. Ath-Thabrani)

Al-Haitsami rahimahullah menilai sanad hadis ini baik, dan Syekh Al-Albani rahimahullah menilainya hasan dalam Shahih Al-Jami‘ nomor 6026. Sebagian ahli hadis lainnya melemahkannya. Karena itu, kita menyebut keutamaannya berdasarkan penilaian ulama yang menghasankannya, tanpa bersikap berlebihan dalam memastikan jumlah pahala yang hanya Allah ketahui.

Terlepas dari perbedaan penilaian terhadap hadis tersebut, mendoakan ampunan bagi seluruh kaum beriman merupakan amalan yang jelas disyariatkan dalam Al-Qur’an. Allah mengajarkan doa orang-orang beriman:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman. Janganlah Engkau jadikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hasyr: 10)

Ayat ini tidak hanya mengajarkan istigfar. Ayat ini juga mendidik hati agar bersih dari kebencian dan kedengkian kepada sesama mukmin. Orang yang tulus memohonkan ampun bagi saudaranya sedang melatih dirinya untuk mencintai kebaikan bagi orang lain sebagaimana ia mencintainya bagi dirinya sendiri.

Doa Para Nabi untuk Kaum Beriman

Di antara lafaz terbaik untuk memohonkan ampun bagi kaum muslimin adalah doa-doa yang terdapat dalam Al-Qur’an. Nabi Nuh ‘alaihissalam berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Wahai Rabbku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang memasuki rumahku dalam keadaan beriman, serta seluruh mukmin laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kebinasaan. (QS. Nuh: 28)

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam juga berdoa:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Wahai Rabb kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman pada hari dilaksanakannya perhitungan. (QS. Ibrahim: 41)

Perhatikan luasnya hati para nabi. Mereka tidak hanya memohon untuk diri sendiri. Setelah berdoa bagi diri dan keluarga, mereka menyertakan seluruh orang beriman. Inilah pendidikan agar doa kita tidak selalu berputar di sekitar kebutuhan pribadi.

Keuntungan Lain: Malaikat Mendoakan Kita

Jangan pernah merasa rugi ketika mendoakan kebaikan bagi saudara seiman yang tidak berada di hadapan kita. Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بِمِثْلٍ

Doa seorang muslim bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, malaikat itu berkata, ‘Amin, dan bagimu kebaikan yang sama.’ (HR. Muslim no. 2733)

Subhanallah, ketika kita mendoakan saudara kita agar diberi hidayah, kesehatan, rezeki halal, keluarga yang saleh, atau keselamatan dari musibah, malaikat mengaminkan doa tersebut dan mendoakan kebaikan yang sama untuk kita. Orang lain mungkin tidak pernah mengetahui doa kita, tetapi Allah mengetahuinya dan malaikat mendoakan kita.

Doa secara tersembunyi juga lebih dekat kepada keikhlasan. Tidak ada pujian yang kita tunggu dan tidak ada ucapan terima kasih yang kita harapkan. Kita berdoa semata-mata karena persaudaraan iman dan karena mengharapkan rida Allah.

Jangan Berhenti pada Doa

Mendoakan kaum muslimin bukan berarti kita cukup berdoa tanpa melakukan apa pun. Apabila mampu, iringilah doa dengan bantuan nyata: sedekah, tenaga, nasihat yang baik, pembelaan yang dibenarkan syariat, atau perhatian kepada orang yang sedang tertimpa musibah. Doa adalah ibadah, sedangkan membantu sesuai kemampuan adalah bukti kepedulian.

Kita juga harus berhati-hati agar doa tidak berubah menjadi sekadar ucapan yang tidak menyentuh hati. Ketika mengucapkan, ‘Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat,’ hadirkan dalam hati kaum muslimin yang sedang sakit, terzalimi, kehilangan keluarga, dilanda peperangan, kekurangan makanan, atau diuji dalam agamanya.

Amalan Ringkas yang Dapat Dibiasakan

Mulai hari ini, biasakan menyertakan kaum mukminin dan mukminat dalam doa kita. Amalan ini dapat dilakukan dalam beberapa detik:

  1. Setelah memohon ampun bagi diri sendiri dan kedua orang tua, tambahkan doa bagi seluruh kaum beriman.
  2. Doakan secara khusus saudara yang sedang sakit, tertimpa musibah, atau membutuhkan hidayah.
  3. Bacalah salah satu doa Al-Qur’an di atas dalam sujud, setelah tasyahud sebelum salam, atau pada waktu-waktu mustajab.
  4. Jaga hati dari kedengkian; jangan sampai lisan mendoakan ampunan, tetapi hati senang melihat saudara mendapat kesulitan.

Lafaz doa yang mudah dihafal:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Penutup

Saudaraku umur kita terbatas dan kemampuan kita sedikit, tetapi rahmat Allah sangat luas. Jangan meremehkan doa yang hanya membutuhkan beberapa detik. Bisa jadi, melalui doa yang tulus untuk kaum beriman, Allah membersihkan hati kita, mengampuni saudara-saudara kita, dan mengutus malaikat untuk mendoakan kebaikan yang sama bagi kita.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mencintai kebaikan bagi sesama muslim, membersihkan hati kita dari kedengkian, mengampuni kaum mukminin dan mukminat yang hidup maupun yang telah wafat, serta mengumpulkan kita semua di dalam surga-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَأَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَارْحَمْ ضُعَفَاءَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

← Kembali ke semua artikel